Uzbekistan, Nalarsatu.com – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd., melakukan kunjungan resmi ke Bukhara State University (BSU), Uzbekistan, bersama para Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Indonesia. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rencana kerja sama internasional dalam bidang magang mahasiswa dan dosen.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan peluang pelaksanaan program magang internasional kolaboratif yang akan melibatkan mahasiswa dan dosen UNUTARA bersama mahasiswa PTNU se-Indonesia dalam bentuk delegasi kebangsaan. Program ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas akademik, khususnya di bidang sains dan teknologi, serta studi Islam dan kebudayaan.
Rektor UNUTARA, Dr. M. Natsir Tamalene, M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi serta memperluas wawasan global sivitas akademika. Menurutnya, pengalaman internasional menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kualitas perguruan tinggi Nahdlatul Ulama serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk mengakses pengalaman global. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga membawa keberkahan dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor UNUTARA.
Pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Abror Juraev, selaku Vice Rector for International Cooperation Bukhara State University, serta seluruh jajaran dekan di tingkat universitas. Diskusi berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan tinggi lintas negara.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Januari 2026 bertempat di kantor pusat Bukhara State University, Uzbekistan. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kemitraan akademik yang berkelanjutan antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia dan Bukhara State University, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis keilmuan, nilai keislaman, dan budaya. (Red/BISMA)











