LABUHA, Nalarsatu.com – Pembukaan BAM Futsal League 2026 atau yang dikenal sebagai “Liga Ramadan” berlangsung meriah di Labuha, Minggu malam (22/02/2026). Turnamen yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini menjadi momentum bagi pemuda untuk menyuarakan kebutuhan akan fasilitas olahraga yang representatif dan memiliki kepastian hukum.
Ketua Pemuda BAM, Maulana Patra Syah, dalam sambutannya di hadapan Wakil Bupati Halmahera Selatan, jajaran KONI, dan PSSI Halsel, menegaskan bahwa turnamen tersebut lahir dari inisiatif dan kerja kolektif pemuda secara swadaya.
“Kegiatan ini murni digerakkan oleh pemuda. Ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki inisiatif dan kapasitas membangun ruang-ruang positif di daerah tanpa harus selalu menunggu instruksi formal,” ujar Maulana Minggu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menjelaskan alasan penyelenggaraan pertandingan pada malam hari selama Ramadan. Menurutnya, selain mempertimbangkan aspek sosial, jadwal tersebut merujuk pada pertimbangan kesehatan olahraga.
“Secara fisiologis, setelah berbuka puasa tubuh telah mendapatkan kembali asupan energi dan cairan, sehingga kondisi fisik lebih stabil. Ini penting untuk meminimalisir risiko cedera dan dehidrasi,” jelasnya.
Maulana menambahkan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang hiburan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Ia menyebut sepak bola sebagai bagian dari kultur yang menyatukan berbagai kalangan di Halmahera Selatan.
Namun demikian, ia turut menyoroti keterbatasan infrastruktur yang dihadapi pemuda. Lapangan yang digunakan saat ini, menurutnya, merupakan lahan milik PT Telkom dengan status pemanfaatan sementara.
“Kami berharap kehadiran Pemerintah Daerah malam ini menjadi awal sinergi untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang permanen dan memiliki kepastian hukum. Pemuda membutuhkan sarana yang layak agar pembinaan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan,” tegas Maulana.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Halmahera Selatan menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan konsistensi pemuda BAM dalam menggelar turnamen secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KONI dan PSSI, untuk mendorong penguatan pembinaan olahraga serta pengembangan fasilitas yang lebih representatif.
“Semangat dan konsistensi seperti ini patut didukung. Pemerintah tentu akan mendorong sinergi agar pembinaan olahraga di Halmahera Selatan semakin berkembang,” ujarnya.
Turnamen secara resmi dibuka dengan prosesi penyerahan piala bergilir dari juara bertahan, Tim Mandala, kepada panitia penyelenggara. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati beserta jajaran pengurus olahraga daerah.
BAM Futsal League 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi tahunan, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda serta penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat Halmahera Selatan. (red)











