Memalukan! Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liput Balap Motor di Labuha

- Penulis Berita

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com — Kebebasan pers kembali mendapat ujian di Kabupaten Halmahera Selatan. Dua wartawan media online, masing-masing dari Nalarsatu.com dan FaktaHalmahera, diduga mengalami intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik di arena balap motor di Labuha, Minggu (17/5/2026).

Insiden tersebut memicu sorotan dari kalangan insan pers karena dinilai sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik yang bertentangan dengan Undang-Undang Pers. Ketua panitia kegiatan balap, Salkani, turut menjadi perhatian publik lantaran dianggap bertanggung jawab atas situasi yang terjadi di arena.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua wartawan sedang melakukan pengambilan gambar dan dokumentasi untuk kebutuhan pemberitaan. Namun di tengah proses peliputan, beberapa oknum panitia disebut mendatangi wartawan dan melarang pengambilan gambar dengan nada keras yang dinilai intimidatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi di arena balap sempat memanas dan menjadi perhatian sejumlah pengunjung. Sikap oknum panitia tersebut dinilai arogan dan tidak menghormati profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Selain itu, dari pantauan di lapangan, sejumlah oknum panitia diduga mengonsumsi minuman beralkohol saat kegiatan berlangsung. Kondisi tersebut memicu pertanyaan publik terkait profesionalisme penyelenggara, sebab beberapa di antaranya disebut tetap bertugas menjaga karcis dan mengatur aktivitas di arena.

Padahal, kegiatan balap tersebut merupakan agenda terbuka yang dihadiri masyarakat umum. Kehadiran wartawan di lokasi bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada publik, bukan mengganggu jalannya kegiatan.

Direktur sekaligus wartawan Nalarsatu.com, Wangkep, mengaku sangat menyayangkan sikap oknum panitia yang dinilai berlebihan terhadap kerja jurnalistik di lapangan. Menurutnya, wartawan hanya menjalankan tugas peliputan sebagaimana mestinya.

“Kami datang untuk meliput kegiatan balap, bukan mencari masalah. Tapi justru mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari oknum panitia saat mengambil gambar di arena balap,” ujar Wangkep.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda publik sehingga tidak seharusnya ada larangan terhadap wartawan yang sedang bekerja.

“Kalau kegiatan terbuka untuk umum, maka pers juga punya hak untuk melakukan peliputan. Jangan sampai wartawan diperlakukan seolah-olah melakukan kesalahan,” tegasnya.

Akibat insiden tersebut, Ketua Panitia Balap Salkani kini menjadi sorotan. Sejumlah insan pers menilai panitia gagal mengontrol sikap anggotanya di lapangan dan harus bertanggung jawab atas dugaan intimidasi terhadap wartawan.

Peristiwa ini juga dinilai mencerminkan lemahnya pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam Pasal 4 ayat (1) ditegaskan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Sementara Pasal 4 ayat (3) menyebutkan bahwa pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

Bahkan pada Pasal 18 ayat (1) UU Pers ditegaskan:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.”

Sejumlah wartawan meminta aparat keamanan turut memberikan perhatian serius terhadap dugaan intimidasi tersebut agar kebebasan pers tetap terjaga di Halmahera Selatan.

Mereka juga mendesak panitia balap segera menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka kepada dua wartawan Nalarsatu.com dan FaktaHalmahera yang diduga mengalami intimidasi saat melakukan peliputan di arena balap.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Panitia Balap Salkani maupun pihak penyelenggara kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Red/Bisma)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keadilan Restoratif: Jalan Pemulihan untuk Semua, Bukan Karpet Merah Kelompok Privilege
Masa Kepengurusan BPC Dibekukan, Bakal Calon Ketum BPD HIPMI Malut Dipersoalkan
Direktur PDAM Halsel Soleman Bobote Raih Indonesia Visionary Leader Award 2026, Dinilai Jadi Figur Penggerak Perubahan
PERMASALAHAN PERENCANAAN DALAM EGO POLITIK
IPMMA Desak APH Usut Dugaan Skandal Proyek Talud Maidi Senilai Rp8,8 Miliar
Peran Sosiologi dalam Memahami Masyarakat Modern dan Analisis Fenomena Sosial
SISTEM SOSIAL DAN SISTEM BUDAYA DALAM MEMAHAMI MASYARAKAT MODEREN
Akhiri Masa Tugas, Waris Agono Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru