Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Warga Desa Ake Lamo, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), berharap Bupati dan Wakil Bupati segera turun tangan menangani bencana abrasi pantai yang mengancam permukiman dan fasilitas umum.
Abrasi terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, akibat gelombang pasang dan cuaca ekstrem dengan ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1 hingga 1,5 meter.
Berdasarkan laporan Kepala Desa Ake Lamo, Herdi Raupasi A, Md., kepada Bupati pada 10 Agustus 2026, sebanyak lima rumah mengalami rusak berat dan sekitar 22 rumah lainnya terdampak. Selain itu, satu gereja dan satu bangunan Sekolah Dasar (SD) juga terancam abrasi.
Herdi mengatakan, pemerintah desa telah menyampaikan laporan resmi kepada Bupati, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, baik Bupati maupun Wakil Bupati.
“Laporan sudah kami sampaikan sejak 10 Agustus 2026. Namun, sampai sekarang belum ada penanganan nyata dari pemerintah kabupaten. Kami berharap Bupati Hasan Ali Basam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat Ake Lamo,” ungkapnya.
Ia berharap BPBD dan instansi teknis terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta mengambil langkah penanganan darurat guna mencegah abrasi semakin meluas.
Warga berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan kondisi tersebut, mengingat keselamatan masyarakat, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan ikut terancam.
Mereka kini menantikan tindakan nyata pemerintah daerah agar penanganan bencana tidak berhenti pada laporan administratif semata.
(red)

Tinggalkan Balasan